Recent Posts

Selasa, 17 Februari 2015

Ijinkan aku bersimpuh, Momohon Ampun !

aku telah jatuh berkali-kali.
telah banyak sakit dan luka yang telah di rasa, tapi sebanyak itu pula aku berusaha tetap berdiri tegak dan bangkit !

bukan hendak membalas dendam, tak ada sedikitpun terlintas di hati atau mengaktualkannya dalam tingkah laku dan balik menyerang. sudah terlalu banyak sakit dirasakan, cukup sudah ! tolong, biarkan hati menemukan kebahagiaannya pada yang lain.

Tuhan !
Engkau tahu betapa tahun-tahun yang telah lewat tak sedikitpun terlewatkan dengan kekhilafan yang berulang-ulang.
sungguh, maafku untuk itu semua. untuk orang-orang yang tersakiti. semoga Engkau dan mereka dapat memaafkanku.
Engkau, ku percaya sebagai yang Maha Pengampun, Pengasih dan Penyayang.

Tuhan !
Bantulah hamba Mu yang terhina ini untuk selalu memperbaiki diri.

Tuhan !
jika ada yang berprasangka buruk padaku dan jika itu benar, semoga Engkau mengampuniku. Tapi, jika itu salah semoga Engkau mengampuni Nya. Amiin

Selasa, 10 Februari 2015

mengingat kembali



Untuk menuliskan tentang mu aku mungkin butuh banyak mengingat kembali apa saja yang telah kita lewati “bersama”. Kita tak pernah sebelumnya berkenalan, saling mengucapkan nama masing-masing. Betapapun sederhananya akan kuperbaiki banyak yang hal yang dulu terlewatkan dipikiranku, kamu !
Aku tak pandai menulis kata, merangkainya menjadi satu kesatuan yang indah tapi untuk mu akan ku coba. Aku menyukai salah satu cerpen mini yang dituliskan ka Deasy, aku tak pernah sekalipun bertemu dengannya tapi tulisannya kali ini mengingatkanku padamu. Karena kita pernah mengalaminya.

Nyaris Bukan Metafora !
Buatmu, tentu juga buatku. Tidaklah sebentar untuk tiba di jenak ini. 
Di meja persegi dengan dua kursi berhadapan, dua gelas minuman ringan pada kenangan yang merambat panjang. 

Di antara jarak sedemikian rekat kita kehabisan ucapan, lantas memulainya dari lagu yang merajai ruangan. Lagu dengan segerombolan ingatan tanpa perlu di nyanyikan ulang. Kau tersipu, aku mengerling. Meski tak sepenuhnya yakin apakah lagu itu lucu. Namun mata kita tertumbuk untuk sama-sama mematahkan beku. 

Kau bicarakan tentang lautan, aku menyelipkan ombak. 
Kau katakan tentang senyumanku, aku menimpali tentang matamu 
Oh tak ada yang sungguh jemu bagi percakapan yang berisi puja-puji. Lalu sisanya kita habiskan untuk termangu, menukarkan ingatan yang berlalu lalang. 

"Jika lorong waktu benar adanya, kau akan kemana?" 
"Ke ruang paling sunyi tempat segala debar berdenyar lantang" sahutmu datar 

Kitapun mengemas diam, menekuni tanya jawab yang keruh diterjemahkan lengang. 

Semakin rajin kita melebur tatapan, kita mencari-cari warna dalam bola mata atau berkali kedipan sekadar megelabui canggung. 

"Aku suka matamu, penuh ombak" ucapku 
"Aku suka senyummu, penuh cerita" ucapmu 

Dua gelas minuman menjadi lebih ramai menandai apa-apa yang tak tumpah dikisahkan, apa-apa yang menggenang di permukaan telaga mata, apa-apa yang hampir jadi agung dalam kerahasiaan. 

"Kapan lagi?" Kata-katamu terhenti, aku menoleh. 

"Kapan lagi kita dipertemukan waktu?" Tanyamu. 

"Tidak tahu, aku hanya mengerti bahwa tak pernah ada yang kebetulan" senyumku mengurai. 

"Senyummu bercerita" Ujarmu. 

"Matamu menghanyutkan" Ujarku. 

Ruangan menyaji lagu, lagi-lagi lagu yang menyeret berton-ton hentakan di dada. 

"Kelak, ombak yang sama akan memulangkan sebagaimana ia menghanyutkanmu" kalimatku giris entah terucap dalam nada apa. 

"Iya, sebenarnya kita hanyalah lingkaran" singkatmu. 

Dua gelas minuman menjadi lusuh di meja persegi dengan dua kursi berhadapan. 

Bahwa perjumpaan ini baik adanya... 
kemudian hanya senyap dan tubuh-tubuh yang berjalan pulang. 

DT, di penghujung 2013.


- Jakarta, Gramedia Matraman - 
memungut kepingan ingatan yang tercecer !

Jakarta sore ini


Jakarta sore ini,

waktu menunjukan pukul 16.12 wib setelah di guyur hujan selama dua hari berturut-turut sore ini langit begitu cerah. Bersyukur tak ada yang ditumpahkannya lagi. Beberapa tempat di sudut kota jakarta menjadi langganan banjir tiap tahunnya. Mungkin sore ini mereka diberi kesempatan untuk membersihkan sisa sisa banjir kemarin, mungkin mereka diberikan kesempatan untuk sejenak memikirkan dan merenung bahwa Di dunia ini segala sesuatu saling berhubungan dan memiliki sebab akibat. Manusia kini tak lagi bersahabat dengan alam, manusia kini tak lagi peka dengan tanda-tanda yang diberikan alam. Seseorang pernah berkata ; “Semakin baik interaksi manusia dengan manusia, dan interaksi manusia dengan Tuhan, serta interaksinya dengan alam, pasti akan semakin banyak yang dapat dimanfaatkan dari alam raya ini. Karena, ketika itu mereka semua akan saling membantu dan bekerja sama dan Tuhan akan merestui.” (Qurais Shihab) tapi kini yang terjadi malah sebaliknya. Harapanku dan mungkin harapan siapa saja, bahwa semoga Tuhan memberikan kita kemampuan untuk memperbaiki hubungan kita dengan sesama manusia, dengan alam dan dengan Tuhan.

                                                                                                            Killiney Kopi Tiam

Senin, 17 Maret 2014

Membaca dan menulis, satu kesatuan yang tak terpisahkan !



            Dulu membaca adalah rutinitas yang saya lakukan sebelum tidur, entah sebuah kecanduan atau ketergantungan. Sekarang rutinitas itu mulai kutinggalkan, buku-buku yang adapun hanya menjadi penghuni lemari yang posisinya tak bergeser atau berpindah tempat. Kota ini seakan melumpuhkan semua syaraf di otak ku. 

            Buku adalah obat yang paling ampuh di kala hati sedah resah. Setiap kali ada permasalahan aku selalu mengobatinya dengan membaca, pergi ke perpustakaan, atau ke toko buku. Seketika hati kembali jernih dan pengetahuan tentang hidup pun bertambah.

            Malam ini sama seperti malam-malam sebelumnya, aku berusaha untuk mengumpulkan setiap kepingan dari cita-cita yang ingin diwujudkan yang sekarang mulai terkikis, berserakan bahkan tercecer di sudut-sudut ingatan. Dengan susah payah ku memulai kembali untuk menyusunnya, memperbaiki dan mengganti dengan impian yang lebih baik.

            Ada yang bilang bahwa impian adalah kekuatan spirit yang membuat manusia terus bertahan hidup, sebab tanpa impian maka kita akan kehilangan spirit untuk melanjutkan hidup. Walau terkadang untuk mewujudkan impian banyak tantangan dan rintangan yang kita hadapi, namun spirit untuk mewujudkan impian tidak boleh mati. Banyak orang-orang besar didunia ini gagal berkali-kali dalam mewujudkan impian namun kesabaran dan konsistensi serta fokus pada impianlah yang membuat mereka bisa sukses. Dan hanya impian dan harapanlah yang dapat mengalahkan rasa takut !

            Ungkapan Imam Ali bin Abi Thalib yang sangat membekas di benakku yang sekarang baru ku mencoba untuk belajar mempraktekannya, Mengikat Makna ”Ikatlah Ilmu dengan Menuliskannya.”, dengan menuliskannya semua orang dapat membaca dan mengambil hikmah dari setiap yang dituliskan. Sekecil apapun yang kita lakukan atau sepatah dua patah yang kita tuliskan aku akan selalu percaya bahwa didalamnya terkandung nilai-nilai positif.

            Membaca dan menulis adalah satu kesatuan yang tak terpisahkan, jika kita tak membaca apa yang ingin dituliskan ? membaca apapun itu, kejadian, lingkungan sekitar, perilaku manusia, perilaku alam semesta atau apapun itu, jika kita tak melakukan salah satu dari kedua nya kita pasti akan kehilangan sesuatu yang sangat berarti. Karena dengan membaca kita mampu menjelajahi apapun yang kita inginkan, berada dalam benua yang sama sekali tak pernah terpikirkan pun kita bisa. Seperti yang dituliskan Jostein Gaarder & Klaus Hagerup dalam Perpustakaan Ajaib Bibbi Bokken : Aku tahu, setiap kali aku membuka sebuah buku, aku akan bisa menguak sepetak langit. Dan jika aku membaca sebuah kalimat baru, aku akan sedikit lebih banyak tahu dibandingkan sebelumnya. Dan segala yang kubaca akan membuat dunia dan diriku menjadi lebih besar dan luas". Membaca juga dapat membawa kita kepada dunia yang seakan-akan tak memiliki ujungnya.

            Tantowi Yahya yang dinominasikan sebagai Duta Baca Indonesia, mengatakan “ Membaca adalah salah satu syarat menjadi orang pintar, karena dengan membaca kita dapat mengetahui berbagai macam informasi. Sebaliknya, dengan tidak membaca kita akan jadi bodoh. Kebodohan sangat dekat dengan kemiskinan. Tentunya kita semua sepakat tak ada manusia yang mau dekat dengan kebodohan apalagi mengalami kebodohan.

Dan ku ucapkan terimakasih untuk sang Bunda, perpustakaan pertama ku yang mengajari banyak hal, membaca dan menulis.

Sekarang dunia begitu sempit, bising dan sangat berisik. Tetapi dengan membaca dan menulis kau dapat membuat dunia ini lebih luas dan sangat indah kau dapat keluar dari kebisingan tersebut dan membuat dunia mu sendiri yang lebih bermanfaat, seperti yang dikatakan oleh Bung Hatta : Jika dunia yang luas telah disempitkan, kau harus bangun alam semesta ini di dalam dadamu sendiri. Menulis itu anugerah, membaca dan menulis itu obat yang paling ampuh menghilangkan stres.

Jakarta, ------------------------




Senin, 10 Maret 2014

Untuk Nurul

hay nurul ?
apa kabar ?
masih ingat dengan saya kan ? kita pernah saling sapa lewat facebook juga twitter .
yang ku tau kita telah lama kenal, tapi tak pernah saling temu.
hingga hari itu terjadi pertemuan pertama kita yang sangat singkat, berkenalan saling menyebutkan nama setelah itu berlalu.

saya menyukai tulisan - tulisan mu di blog, menarik dan menginspirasi.
kau mampu menuliskan pengalam-pengalaman mu secara sederhana, menarik dan mudah dicerna.
tetaplah menulis, agar saya bisa selalu membacanya :)

oya, rul . ku harap kita dapat bertemu, lagi untuk waktu yang lebih lama dan saling bertukar pengalaman.